Stesen sepi.

Stesen Sepi 
Aku baring merenung langit,
Ditemani putaran dua kipas dan lampu sorot.
Sambil minda berfikir..
Bila penantian ini akan berakhir?
Macam sudah terlalu lama!
Seakan sudah putus asa,
Tak pasti apakah aku akan terus menanti?
Ketinggalan keretapi siang? Sudah pasti!
Namun keretapi malam belum tiba lagi.
Atau mungkin aku akan terlena kembali, lalu ketinggalan lagi???
Jam pukul 11 malam..
Sendirian di stesen ini.
– ditulis pada tika sepi sarat mencengkam diri (Emosi)

2 thoughts on “Stesen sepi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s