Perut sebu, hati sedu..

Serba tak kena..
Bila kudongak langit..
Hitam sahaja..
Tak ada bintang..
Tak nampak bulan..
Tak timbul hujan..

Kenapa malam ni sunyi?
Mana hilang dentum-dentum mercun?
Mana perginya gegak gempita guruh?
Mana dia hilai tawa manusia?

Tak pasti didaerah manakah aku ini?
Cuba lena mengulit mimpi..
Tapi bugar ini tak ingin pergi..
Kemanalah kantukku lari?…

Benar aku mulai bosan..
Diracun virus sepi dunia..
Tapi mana antidotnya?

Tuhan tolong..
Tolong tuntun kesabaranku..
Agar aku redha dengan takdirMu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s